Malaikatku

Bukan dari wajah aku datang padanya. Aku yakin wajahnya tak setampan dahulu. Bukan dari cara bicara aku ada disisinya, karena dia yang dulu lebih lembut. Bukan karena harta aku menerimanya, karena aku bahkan benci kekayaan yang didapat tanpa ada aku disisinya. Bukan pula karena aku sakit dan butuh seseorang yang bisa menyelaraskan hatiku. Walaupun tak bisa kupungkiri aku butuh teman. Tapi karena Allah. Karena aku tau pria yang ada disisiku saat ini adalah kekasih Allah. Dia adalah malaikat yang diturunkan Allah di bumi. Tubuhnya terbuat dari pancaran cahaya. Dan sangat berkilauan.

Aku bertanya padanya

“Kenapa kau tersesat disini?”

“Sayapku patah dan aku tidak bisa kembali ke surga hingga Allah SWT sendiri yang memanggilku” jawabnya

“apakah kau tau jalan ke surga?” tanyaku

“Ya tentu saja, akan kutunjukkan jika kau mau”

Lalu ia pun menunjukkan jalannya. Dan itulah yang menbuatku mencintainya. Mempercayakan hatiku pada malaikat yang tersesat di bumi.

Itu adalah pertemuanku dengannya 10 tahun yang lalu, aku bisa melihat dari kejauhan ada wanita yang menggendong anak-anaknya separuh manusia dan separuh cahaya, hingga tubuh itu berpendar menerangi sekitarnya.

“Apakah mereka anak-anak malikatmu?”

“ya… mereka juga para malaikat dan bidadari”

Setelah berkata seperti itu, dia melambaikan tangan padaku, dan pergi bersama mereka. Saat ini setelah 10 tahun ia datang kembali. Cahayanya pun lebih terang dari sebelumnya. Senyumnya lebih mulia. Melihatnya aku pun bertanya lagi. Bahkan sayapnya tampak lebih kokoh dari sebelumnya. Tidak terlihat ada patahan di sayapnya.

“Apakah kau masih ingat jalan ke surga?”.

“Ya tentu saja” jawabnya dengan tersenyum lalu berkata “Apakah kau mau ke surga bersamaku? Maka tetaplah disisiku dan jangan pernah sekalipun berpaling dariku, aku akan menunjukkan jalan ke surga yang tertinggi dan terindah!”

“Benarkah? Apakah jalan itu berduri, terjal atau menakutkan?”.

“Percayalah padaku, itu akan sangat mudah, lepaskan bebanmu, biar aku yang membawanya… dan sayapku ini akan kuberikan satu kepadamu”

“lalu kemana sayapmu yang lainnya?”

“Sayapku sudah kuberikan kepada anak dan istriku, agar mereka pun bisa ke surga bersama-sama kita”.

Ya Allah, apakah tidak ada malaikat lain yang tersesat di bumi ini? Malaikat seperti dia yang begitu sayang kepadaku. Yang mau memikul bebanku yang berat ini.

“kenapa jalanmu lambat sekali? Apakah masih ada beban yang kau pikul?” Tanyanya kepadaku

“ya.. ada!” jawabku

“Jika begitu berikan kepadaku!”

“Tidak bisa, kali ini kau tidak akan bisa meringankannya…!”jawabku

“kenapa?”
“karena kali ini engkaulah bebanku! Dan aku memikulmu di pundakku”

 

Ibuku yang juga seorang bidadari melihatku dari atas langit dan merasa iba padaku. ibuku menyisiri pelangi turun dari langit dan menjejakkan kakinya di bumi. Sambil membelaiku Ibuku berkata,

“Lepaskan bebanmu nak, biar ibu yang menunjukkan jalan ke surga itu padamu! Karena sesungguhnya surga itu ada dibawah telapak kakiku”

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.