Yang kupercaya sampai sekarang bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai kebaikan. Yang kupercaya bahwa selalu ada kesempatan bagi orang-orang yang berusaha. Bukan karena ngotot, kekeh, yang akhirnya bikin jengkel orang. Tapi aku percaya pada perjuangan yang tidak boleh berhenti sampai kita dapatkan hasil yang diinginkan. Terkadang kita harus menarik nafas sebentar dan beristirahat. Tapi itu bukan berarti kita boleh diam dan menyerah. Yang seharusnya kau lakukan adalah belajar dari kesalahan sebelumnya dan mencari cara baru untuk melangkah kedepan. Karena definisi bodoh adalah melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang kali. Tentu saja aku tidak ingin orang memangilku bodoh.
Dan sekarang aku berdiri disini memandang langit, siap bertempur dengan banyak perkara. Bawa kesini semua masalah biar ku babat habis semua.
Hahaha… itulah semangat yang timbul pertama kali aku menerima tawaran tanteku untuk bergabung di kliniknya. Bukannya tidak punya pekerjaan, aku bahkan punya tiga job yang berbeda waktu itu, sebagai front office, sebagai pengajar basic komputer, dan asistan dokter umum di salah satu klinik rawat jalan di kalimantan.
Jangan tanya basic pendidikanku apa, tentu saja aku seorang perawat. Begitu keluar dari Medical Check Up Center aku seperti keranjingan pekerjaan, seolah waktu 24 jam itu terlalu longgar, karena terbiasa bekerja dari jam 5 pagi hingga jam 2 pagi. Hasilnya.. seperti orang rakus pekerjaan. Semua tawaran kuambil. Ternyata bukan hanya aku, 4 orang sahabatku yang dulu sama-sama bekerja di laboratorium yang sama, juga berperilaku aneh sepertiku. Rakus pekerjaan. Hahaha… :-p , dan sekarang kami semua masih berhubungan dan saling membagi job yang ditawarkan pada kami, yang kira-kira kami tidak sanggup hadapi.
Itu lah hidupku. Tapi semenjak bergabung dengan klinik milik keluargaku, aku lepaskan semua pekerjaan itu kecuali sebagai pengajar basic komputer. Dan hidup tenang dengan dua job dan mobile internet.
Yah itulah kami, wanita-wanita perkasa. Persahabatan tidak selalu mulus, diwarnai pertengkaran dan saling menjelekkan dibelakang. Yup.. tidak sehat memang. Tapi bila kalian perempuan yang dikirim ke tengah tambang batubara di tengah hutan kalimantan dengan akses keluar-masuk yang tidak sembarangan, dengan jumlah pasien lebih dari 200 orang perhari dan pekerjaan yang dimulai dari jam 5 pagi hingga jam 10 malam, kemudian harus lembur sampai jam 2 pagi untuk menyelesaikan hasil pasien hari itu juga, yang kadang-kadang harus menginap di tambang, tidak bisa pulang ke mess, karena bos sudah janji pada klien hasil medical check up keluar seminggu kemudian. Padahal jumlah pasien kami lebih dari 2000 orang. Padahal begitu banyak item yang harus di periksa.
Lalu yang lebih menjengkelkan kepulangan kami selalu di undur-undur, jumlah pasien yang selalu disetujui oleh bos untuk ditambah, dan terus ditambah, yang akhirnya membuat semua schedule medical check up klien di perusahaan yang lain ikut mundur, lalu dengan alasan schedule-nya sudah lewat jadwal kami pun langsung dikirim ke perusahaan tambang batu bara yang lain, tanpa istirahat, tanpa libur, tanpa cuti. Sebenarnya ini bukan tugas pertama, tapi kali ini keterlaluan. Padahal planning awal dalam MOU (surat tugas) hanya pergi selama dua minggu, tapi hingga 6 bulan kami belum juga keluar hutan. Yah meskipun kami dipindah-pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain
Oh iya ada hal yang lebih menyebalkan, kami yang bekerja luar biasa capek, menghadapi banyak orang tambang yang notabennya adalah orang-orang keras, kasar dan sulit diatur agak menghadapi kesulitan di lapangan dan sempat terjadi keributan dengan mereka. Lebih-lebih kami dimakan emosi karena gaji kami belum dibayar beberapa bulan, tapi terdengar kabar bos kami di Jakarta malah jalan-jalan ke Singapura buat liburan, mau refresing katanya… Ha! Ha! Ha! Hellooo… Anak buah anda sedang beradu nyawa dengan orang-orang tambang. Anda dimana Pak?? Refresing? Yang stress sampai bertengkar sama pasien siapa Pak???
Yah itulah kami. Siapa yang mau menantang kami? Biar kami babat habis semua. Cara hidup mereka yang keras rasanya sudah tidak menakutkan lagi. Mereka yang bekerja luar biasa melelahkan, dengan gaji yang kata orang besar tapi sebenarnya masih tidak sebanding dengan lelahnya pekerjaan mereka. Besar apanya? Bosnya aja yang gajiya besar, kalau mereka bisa bekerja lembur lebih dari target, yang makan bonusnya juga bosnya doang. Buruhnya cuma dapat uang lembur yang ga’ sebanding dengan bonus yang didapat bos. Wajar toh kalau mereka stress, wajar toh bila kami juga ikutan stress. Wajar toh bila kami tiba-tiba saja berubah jadi jahat dan saling menusuk. Belum lagi bos yang sengaja mengadu domba sesama anak buahnya untuk mencari dukungan atas kesalahannya. Yeah whatever lah.. itu semua sudah lewat. Lagi pula dari sana aku bertemu 4 sahabat yang luar biasa yang sama-sama ga’ tau malu (kecuali aku lah pasti hehehe… sory friend…kenyataan kan???eitt.. ga’ ada acara nimpuk sendal).
Kami terdidik menjadi mandiri dan pemberani. Tidak terhitung berapa kali aku tersesat nekat pengen jalan-jalan tapi tetep cool down n’ nyantai serta ga’ kapok, karena aku tau persis dan percaya bahwa ke penjuru belahan mana pun kita pergi, sayap malaikat selalu terbentang dan membawa kita ke jalan yang benar. Yah.. aku tau dimanapun, kapanpun, akan ada orang yang selalu mau menolong kita. Ditambah sedikit kelicikan dan akal bulus (hehehe…), plus rayuan ganjen dan air mata buaya.. pasti hasilnya perfect. Hahaha… walaupun terakhir kali orang yang dirayu malah muntah-muntah. Aku selalu ditolong oleh banyak orang yang sebenarnya tidak pernah kukenal. Barangkali mereka adalah pasien, atau hanya sekedar orang baik yang ga’ tega liat anak cewek tersesat di jalan. Tapi aku sangat berterimakasih dengan mereka. Salut jempol 20 (plus jempol temen-temenku) untuk pertolongan dan kebaikan hati mereka.
Aku tidak mengada-ada. Hidup dengan pembohong licik membuat kita menjadi licik. Walaupun aku tidak mau berbohong tapi aku tidak mengelak bahwa aku menggunakan klicikanku untuk bisa keluar hutan secepatnya. Kembali ke hidup normal. Bukan hidup sebagai Bang Toyib, yang ga’ pulang-pulang. Begitupun 4 orang teman-teman yang mengikuti jejak kelicikanku satu persatu. Hahaha… kayaknya aku pelopor perbuatan buruk nih.
By the way kami berlima punya cita-cita yang sama, ambil gaji kita, keluar hutan secepatnya, premak muka dan badan. Hahaha… tapi sampai sekarang kok tetep jelek ya? (kecuali aku sih..!!! eitt.. sudah kubilang ga ada acara nimpuk sendal. Hayo taruh lagi sendalnya!)
Persahabatan yang indah kan? Diawali dengan persaingan dan saling menusuk, kemudian saling dukung dan saling menjaga kemudian kami saling menusuk dari belakang lagi. Hahaha.. dan karena sudah capek menjelek-jelekkan teman sendiri yang memang terdiri dari orang-orang jelek (sorry kata buku The Secret ga’ boleh bilang jelek untuk diri sendiri jadi diralat jadi cantik), finally kami menjadi satu tim kompak sampai sekarang. Satu tim yang mengerti baik dan buruk seluruh anggotanya. Sayangnya satu orang dari tim kami tinggal jauh dan kembali ke kotanya, sehingga kami hanya berempat sekarang. But it’s ok, kami ga’ kehilangan kontak kok dari dia. Dia tetep temen sejati kita. Walaupun kemaren waktu si Rimince nikah dia ga’ ikut urunan. Katanya temeeen? (Awas lu ye friend, tar kalo lu nikah.. gua ga’ mo ngado, dasar Janda kaya pelit!). Kami masih mengakui bahwa dia sahabat kita.
Huh… kayaknya kali ini ga ada konflik dan air mata deh. Bukan berarti kami senang-senang disana. Do’a yang ga’ pernah berhenti, baca yasin sampai tujuh kali setiap hari (infonya si Rimince tuh, katanya do’anya bakalan terkabul), shalat malam tiap hari, shalat duha (biar gaji cepat keluar), melakukan amalan-amalan sunah, bahkan si Janda kaya bela-belain puasa setiap hari padahal beliau paling rakus makan di pantry, katanya tar kalo ga’ ditambang belum tentu makan enak tiap hari, hanya demi bisa keluar hutan dan kembali pada peradaban. Kok kita kayak suku terasing sih. Tapi ya emang gitu sih. Hampir tiap hari kami berkumpul untuk membahas strategi kabur dari hutan. Kecuali Bugulu yang asik telpon-telponan ‘n ga’ ngaruh ma planning, karena baru jadian ma orang tambang dan meraih rating terbanyak jumlah fans. Tapi akhirnya setelah pindah ke perusahaan yang berikunya dia juga ga’ betah kok, bcoz si ayank ga’ ada n’ ratingnya menurun karena banyak anak baru. Hahaha… kena lu Bugulu.
Dampak terparah ada padaku. Kata teman-teman mukaku tercecer (berantakan:hancur), harus dikumpulin dulu, dipungut satu-satu kalo nemu muka dijalan. Mukaku memang sempat hancur lumayan parah karena debu batubara, polusi tambang, air tambang yang jelek, dan sanitasi yang buruk. Cukup makan waktu dan biaya menyembuhkanya, tapi seperti kubilang kalo kita berusaha pasti ada jalan. Finally sembuh juga kok. Waduhh.. jangan-jangan bagian-bagian muka gue yang udah terkumpul bekas kelindes buldozer tambang nih. Tapi ga papalah yang penting kan aku tetep cantik. Hidup aku..!!!!
Dengan banyak perjuangan, air mata, ngotot-ngototan dengan penanggung jawab dan bos, ngatur strategi kesana-kemari, berdo’a setiap hari, curhat bareng pacar masing-masing (tapi akhirnya mereka bosan di curhatin), pantang menyerah setiap kali strategi gagal, n ngatur strategi baru, nyari info sana-sini, perbanyak teman dan relasi supaya rencana mulus n’ mendapat dukungan dari banyak pihak, akhirnya kami berlima satu persatu dimulai dari aku, kemudian Rimince, Adik kecil, Janda kaya, dan terakhir Bugulu bisa kembali ke peradaban, dan ga’ jadi Bang Toyib lagi. Horeee…. !!! Misi berhasil.
Beberapa bulan setelah kami tidak lagi bekerja di Medical Check Up Center kami masih saling mendukung, membantu dan menguatkan. Adik kecil yang pertama membantuku menawarkan pekerjaan sebagai asistan dokter umum di klinik tempat dia bekerja, Janda kaya juga pernah menawarkan pekerjaan padaku, tapi karena harus hijrah ke kotanya, yah terpaksa dengan berat hati kutolak. Kemudian Bugulu yang selalu memberiku semangat dan membawakan buku-buku seperti The Secret, Quantum Ikhlas, de el el. Atau sekedar mendengar ceritaku dan memberi sedikit pujian untuk mengembalikan pikiran positif ketika aku diserang oleh pikiran-pikiran negative (kayak dukun aja
). Dan Rimince yang rumahnya selalu terbuka ketika aku menghadapi banyak masalah dirumah. Mereka teman-temanku yang luar biasa.
Keadaan berjalan menjadi lebih baik dan semakin baik ketika kami bersama. Meskipun sekarang kami disibukkan dengan pekerjaan yang padat, kami tetap bersama. Kabar yang menggembirakan adalah kami berkembang menjadi diri kami sendiri, sesuai bakat yang kami punyai. Rimince yang sudah terhipnotis dengan dunia analis bekerja pada sebuah laboratorium di kotaku, terkadang dia juga nyambi home care (perawatan pasien dirumah), oiya akhirnya dia juga berhasil married dengan pacarnya setelah planning-nya tertunda lama karena ga’ dapat restu. Si Adik kecil bekerjasama dengan Rimince melakukan home care. Dan dia sampai saat ini masih bekerja sebagi asisten dokter umum di klinik yang sama. Sesuai dengan yang diinginkannya Bugulu menjadi guru mata ajar esacta (dasar orang pinter) dan mengajar di beberapa tempat. Setiap senin dan selasa Bugulu alih profesi menjadi guru komputer menggantikan aku mengajar. Janda kaya diterima bekerja sebagai perawat pada tiga rumah sakit dikotanya. Tapi setelah mendapat ancaman Adik kecil dan Rimince, dia hanya menerima dua tawaran doang. Kabar terakhir yang kudengar dia sekarang punya rencana untuk membuka praktek sendiri dan membeli beberapa barang-barang medis yang ga’ murah seperti ECG (alat perekam gelombang jantung), Gluco Dr (pengukur gula darah), dan lain lain. Finally diriku sendiri seperti yang kusebutkan diatas mengajar basic komputer dan kerja di klinik milik keluargaku. Yang menyenangkan aku mulai menulis buku lagi dan memperdalam beberapa ilmu komputer. Hebat bukan… Dan dunia masih tetep indah sekalipun banyak masalah diantara kita. So… jangan menyerah. Karena banyak tangan-tangan tak terlihat yang akan selalu membantu.
Nb. 1. Ga terima protes !!!
Nb. 2. Thank’s for mas andy’s comment, bcoz of u i won’t to kill anyone this day.