Ada banyak tangan-tangan tak terlihat yang akan membantu kita. Itu kalimat yang kutulis untuk mengakhiri ceritaku pada ”Kami Ga’ Ingin Jadi Bang Toyib”.
bukan salah bang Toyib sih. Suer ga ada hubungannya dengan nama Toyib, dan kalian masih boleh kok punya rencana untuk menamakan anak-anak kalian Toyib. Hanya saja untuk Toyib yang satu ini tidak pernah pulang sampai tiga kali puasa tiga kali lebaran. Aduhhh.. kasian banget ya, nongkrong dimana aja ya bang Toyib.
Yang mau kubahas bukan tepat nongkrong Bang Toyib selama tiga kali puasa tiga kali lebaran. Ini adalah tentang bantuan tangan-tangan malaikat. Yang selalu menolongku. Sehingga hidupku jadi makin indah hari ini. Ehmm… apa ya yang membuatku hidup indah.. ehmm.. punya 4 orang sahabat aneh, plus 1 sahabat karib dari mulai SMU yang kukenal sejak SD, Punya teman gaptek yang diajarin blog ga’ mudeng-mudeng (bahagia rasanya ada yang lebih gaptek dari pada aku )), i have friendship from india, ’n he always called me princess n’ full care with me, thank’s dog. Ada orang pinter walaupun suka ngomong kotor tapi dia sabar ngajarin aku yang dodol ketan banget (dia aja yang kepinteran jadi ngerasa gue dodol). N finally yang tidak pernah berhenti kusyukuri aku mengenal penggemar berat Eric Clapton, sekalipun penuh dengan naik turun pasang surut emosi, dia hadir untuk berkata ”Semangat”. Thank’s friend, for your last sms. Eh utang lu gimana nih? Kok lumpianya ga’ nyampe-nyampe.
Aku dikelilingi oleh orang-orang hebat kan. Belum lagi keluarga terbaikku yang tidak bisa kubahas satu-persatu. Seolah-olah takdir baik maupun buruk yang kujalani sekarang adalah jalan menuju kebahagiaan. Dan sayap-sayap yang terbentang luas selalu menunjukkan arah yang tepat. Yah mengantarku untuk mengenal kalian semua, yang membaca kisahku. Mengantarku untuk duduk disini dan mengenal orang-orang istimewa dari penjuru dunia. Dan aku percaya bahwa kalian semua istimewa. Seistimewa aku, rimince, adik kecil, bugulu, janda kaya, dan sahabatku yang belum pernah kuceritakan yaitu jolikur (kok betah ya dia dipanggil jolikur).
Siapa sih jolikur? Apa dia istimewa? Yah dia istimewa. Jolikur kuambil dari nama monyet pada sebuah film kartun. Hehehe… padahal aku sudah lupa dengan nama itu. Tapi kemarin dia datang ke rumahku dan mengingatkan aku pada nama itu. Jolikurnya tentu saja tidak istimewa, tapi temanku yang kupanggil jolikur yang istimewa. Salut jempol 80 (plus jempol orang-orang hebat disekitarku) untuk keistimewaannya.
Apasih yang membuat jolikur istimewa? Jolikur adalah anak yang didik agama secara baik oleh keluarganya. Jolikur penuh kesederhanaan dan rendah hati. Dia juga pintar dan sangat tidak pelit jawaban waktu ujian ataupun PR (istimewa banget….). oh iya, dia juga tempatku nyontek bahasa inggris waktu SMA (joli, i love u so much). Kayaknya bukan bahasa inggris doang deh, matematika juga. Ehmm… fisika juga, oh iya kimia juga… kayaknya biologi sama bahasa indonesia juga deh, terus PPKN, penjaskes.. yah intinya semua mata pelajaran deh (hehehe… dodol ketan banget ya?)
Dan sekarang kami sama-sama tumbuh dewasa menjadi diri kami sendiri dalam versi yang berbeda-beda, sesuai dengan lingkungan tempat kami berkembang. That’s right, si jolikur tetep the best friend forever, whenever, whatever, wherever. N sekalipun lebih gaul dan dibalut bahasa yang lebih jenius, n makin banyak ngomong (ketauan banget sering demo) jolikur tetep anak baik yang taat agama. Kehidupan yang terpisah dari orang tua, karena harus menempuh pendidikan di kota yogya mendidiknya menjadi anak mandiri yang tidak pantang menyerah, cerdas, dan kritis.
Yah pasti kalian sudah hapal dengan kisah cinta yang bersemi di lingkungan kampus. Semua orang pasti pernah cinlok laaah. Jolikur pun menemukan Aa’ disono. Dan ga terasa saat ini hubungan mereka sudah 5 tahun. Selamat ya… cuit(h).. cuit(h)..
Tapi itu baru kisah kecil tentang jolikur. Jolikur yang sekarang adalah jolikur yang akan segera menginjak 26 tahun di bulan juni. Jolikur yang dengan kepandaiannya mengajar pada salah satu lembaga pendidikan di kota kalimantan. Jolikur yang berbau wangi bunga, dengan tas kulit dan busana gaul. Jolikur yang datang kerumahku dan bilang ”fi, aku mau nyelesaikan rumah, aku pengen ada tempat yang baik buat ibu dan mbahku tinggal, aku pengen nikah fi, dan memang harus nikah supaya ada laki-laki dirumahku, supaya ada yang jaga kami, supaya ada kepala keluarga lagi dirumah, kamu kan tau semenjak bapak ga ada, dirumah semua perempuan, siapa coba yang ngelindungi kami kalau ada apa-apa?” luar biasa kan. Jolikur ingin menikah dengan Aa’ hanya karena ia ingin keluarganya merasa aman. Dia ingin menyelesaikan rumahnya yang ga’ pernah selesai selama bertahun-tahun semenjak bapaknya meninggal, hanya karena ingin memberikan tempat yang layak bagi ibu dan neneknya. Apa aku begitu? Apa kalian begitu? Aku mah pengen nikah karena kebelet, heran kok ga ada yang nglamar-nglamar ya?
Niat baik yang tulus dari seorang teman, yang dulu sering kucontekin. Lu memang ga’ pernah berubah friend. Sayang kita sudah lulus sma, kalo ga’ gue pasti akan tetep setia nyontek lu. Hidup jolikur!!! hehehe..
Tapi masalahnya niat baik jolikur di salah persepsikan oleh keluarga. Bukannya mendukung, keluarga malah bersikap dingin dengan pendapatnya. Terlebih kakak perempuan jolikur yang sampai saat ini belum juga menikah padahal usianya tahun ini 29 tahun. Si kakak tidak mau dilangkahi lebih dulu oleh jolikur. So mau ga’ mau jolikur harus ekstra lebih sabar. Untung saja ada angin segar dari kabar yang di bawa sang paman. Kata pamannya jolikur si kakak datang kerumahnya n’ ngomong minta dinyariin jodoh, siapa aja orangnya dia mau menerima, yang penting keuarga setuju. Mendengar kabar yang membahagiakan itu si jolikur sumringah, jolikur bilang akhirnya nyadar juga ya si kakak kalo adeknya pengen nikah. Mungkin kalau aku yang jadi jolikur dalam hati aku akan berkata ”alhamdulillah setelah bertahun-tahun kebelet akhirnya nemu juga jalan ke toilet”.
Tapi … (duh ga’ enak banget nih ada tapinya), kalimat si kakak masih ada lanjutanya si kakak pun mengajukan 3 syarat. Yang kemudian kita kenal dengan ”TRISYAKA” yaitu Tiga Syarat Kakak. Yakni;
1. Pendidikan minimal S-1
2. Pekerjaan kalau bisa seprofesi dengan si kakak
3. Dia harus berasal dari organisasi yang sama dengan si kakak
Yah si kakak… kok sulit banget syaratnya mending cari sendiri aja deh. Kalo harus satu profesi trus satu organisasi, paling-paling kan temen-temen deketnya si kakak juga yang masuk kriteria. Tapi karena si Paman kasian dengan si jolikur yang dah kebelet nikah akhirnya si paman pun membawakan 2 buah foto untuk si kakak. Yang pasti bukan orang sebarangan tapi orang hebat. Tapi kedua-duanya ditolak. Karena bukan selera si kakak. Padahal dah sesuai dengan TRISYAKA.
Si jolikur temanku yang baik hati ini tidak kenal putus asa akhirnya dia pun menjodohkan si kakak dengan dua orang laki-laki yang dikenalnya. Tapi laki-laki yang pertama sayangnya sudah pindah di luar provinsi. Si jolikur pun segera menghubungi laki-laki yang ke dua. Eh… setelah ngobrol wara-wiri-ke sana-ke sini, ternyata laki-laki ke dua searang sudah nikah dengan orang lain. Yah si Jolikur batal nikah deh… kasian deh lo… mandi kembang..
Hahahahaha…..
Sory ya teman… aku seneng kamu batal nikah
Horeee… ada temen yang nikahnya telat..
Yang kupercaya sampai sekarang bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai kebaikan. Yang kupercaya bahwa selalu ada kesempatan bagi orang-orang yang berusaha. Bukan karena ngotot, kekeh, yang akhirnya bikin jengkel orang. Tapi aku percaya pada perjuangan yang tidak boleh berhenti sampai kita dapatkan hasil yang diinginkan. Terkadang kita harus menarik nafas sebentar dan beristirahat. Tapi itu bukan berarti kita boleh diam dan menyerah. Yang seharusnya kau lakukan adalah belajar dari kesalahan sebelumnya dan mencari cara baru untuk melangkah kedepan. Karena definisi bodoh adalah melakukan kesalahan yang sama berulang-ulang kali. Tentu saja aku tidak ingin orang memangilku bodoh.
Januari. Selalu ada harapan di januari. Tapi buat sebagian orang seperti Glenn Fredly, januari merupakan akhir kisah mereka. Tapi tidak buatku. Hidupku baru saja dimulai di bulan pembuka tahun ini. Disinilah ujianku dimulai lagi. Ujian tentang keikhlasan, tentang kekuatan, semangat dan kerendahan hati. Narsis (bangeeetttt). Seorang teman dari aceh berkata padaku, cinta adalah bahagia saat melihat yang dicintainya bahagia. Cinta itu memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya, sekalipun kau berharap mengambil seluruhnya yang ada pada dirinya hingga tak tersisa satu tempat pun untuk yang lain. Yah… itu memang cinta.
I must be strong and carry on.. coz i know i don’t belong here in heaven.
Apakah Saya Tidak Berhak Sembuh